Yulius+LUci verta pui beijing vivi mel bali andre nico kevin

May 01, 2012

THE CHINESE TRADITIONAL WEDDING

STANLEY+KARIN

By in Traditional Wedding


 

Karin is my junior high school friend in Tarakanita Gading Serpong, after that we had no contact for years until this happy moment comes. Karin told me that she was getting married soon, she asked Lighthouse to take part of it.

 

Introduce our couple, Stanley+Karin, and they are so interesting. Because this time is so different, we photographed the real traditional Chinese procession. It's been a long time ago from the last time, more than 5 years ago. This time, we were able to witness it again. The tradition is inherited for many years in Stanley's family, every generation continually passes it to younger generation.

 

The procession is quite same with modern style, from bride and groom party had to do the same ritual; morning preparation. After that, they would meet each other, we call it "the welcoming". There was a little ceremony named "sawer", when the groom's parents throw away yellow rice with coins. Along the ceremony, there was a lady who gives instruction what else to do and she often talks loud about the prayer for bride and groom.

 

Stanley+Karin still had international style reception in evening, it was held in Balai Kartini.

 

If there is anyone interested to listen more about the stories, please don't hesitate to contact us.

 

Regards,

Bernardo Halim

view full story

 

Comment 0

April 26, 2012

THE WEDDING at SULTAN HOTEL

SHELA+MARVIN

By in Traditional Wedding


 

We are back with traditional wedding again, let's introduce our couple, Shela+Marvin. It was quick, from the first day we talked about their wedding until we captured their happy day. It was our friend, Vina, who related us with Shella. Vina have known Shella for quiet long and had did her best to help prepare the wedding.

 

Initially we planned to meet Shela+Marvin before the wedding, but our schedule both didn't allow us to do so. We only talked on the phone, even in technical meeting we didn't see the couple, we only hoped we could build the chemistry. Good photos are not always about the photographer, but also the couple+chemistry. 

 

Luckily, everything went well that day. We met Shela+Marvin early in the morning, the ice breaking conversation was smooth, the family looked energized and happy. We couldn't expect more. The morning "akad nikah" was held in Masjid Agung Sunda Kelapa and nite reception in Sultan Hotel. At hotel, you may see the marvelous decoration decor! Notice also the wedding souvenir, they save the earth by giving away the small plants for guests.

 

You should check the nite gown, it was Anne Avantie! Really wonderful detail.

 

Hope you love the pictures, congratulation once again Shela+Marvin!

 

Regards,

Bernardo Halim

view full story

 

Comment 0

April 04, 2012

THE WEDDING

NADIA+RABINDRA

By in Traditional Wedding


 

Kali ini saya berkeinginan untuk mempersembahkan galeri ini dalam Bahasa Indonesia, semoga tetap berkenan dan tetap bisa dinikmati, atau mungkin bahkan lebih.

 

Perkenalkan teman kami, Nadia Achmad Kalla dengan Rabindra Wisatrya Habir. Pasangan yang mempercayakan kami untuk mengabadikan pernikahan mereka, yang merupakan perpaduan antara adat Makasar dan Sunda. Bagi kami ini adalah suatu kehormatan dan kesempatan langka, selama tiga hari berada di tengah hiruk pikuk kebahagian dua keluarga besar dengan nuansa Islami yang kental dan senyum simpul dari keluarga serta kerabat lainnya.

 

Secara perlahan, lantunan ayat suci Alquran membuka hari pertama di kediaman Nadia, Nadia saat itu terlihat teduh bersama kedua orang tua mengikuti pengajian di pagi hari. Sesudah pengajian selesai, acara sungkem berlangsung. Haru biru menyelimuti saat Nadia sebagai anak bungsu memohon doa restu kepada ayah dan ibunda, sesekali sang ibunda menghela napas panjang dan mencoba menyelesaikan pesannya kepada Nadia, Nadia sendiri dengan tenang menatap mereka sambil memegang tangan kedua orang tuanya. Berikutnya acara basuh kaki dan memberikan minum kepada orang tua, menggiring kita untuk mengikuti acara siraman sebagai perlambang pembersihan diri dalam rangka mempersiapkan pernikahan.

 

Ini adalah kali kedua kedatangan kami di keluarga Habir, tak berbeda dari yang dulu, kami merasa tetap diterima secara hangat. Bertempat di kediaman Rabindra, acara serupa pun berlangsung, pengajian berlangsung dalam skala yang lebih kecil namun kesan sakral tetap terasa. Dengan lirih Rabindra menyampaikan maaf dan memohon doa restu kepada kedua orang tua, isak tangis Rabindra mengiringi satu per satu kalimat yang diucapkan, tangis tersebut makin terdengar saat pesan ditujukan kepada adik kecilnya, Mia Habir.

 

Malam harinya, Midodareni dilanjutkan dengan acara adat Makasar yang disebut Mapacci, melambangkan kesucian hati calon pengantin menghadapi hari esok, khususnya memasuki bahtera rumah tangga meninggalkan masa gadis sekaligus merupakan malam yang berisi doa.

 

Hari kedua merupakan acara akad nikah, Rabindra dan seluruh keluarga besar sudah bersiap pagi-pagi berangkat ke kediaman Nadia. Nadia menunggu di kamar sementara prosesi ijab kabul dilakukan. Didampingi kedua orang tua, Rabindra melangkah memasuki pintu utama dan disambut oleh Bapak dan Ibu Achmad Kalla. Mengambil tempat di pendopo tengah, Bapak Achmad Kalla dan Rabindra duduk berhadapan dengan saksi nikah Bapak Jusuf Kalla dan Bapak Erwin Kurniadi.

 

Ijab kabul berlangsung dengan lancar dan Rabindra diperkenankan untuk menjemput sang istri. Tak bisa disembunyikan, senyum sumringah menghiasi pasangan pengantin yang duduk berdampingan di pelaminan, acara huap lingkung (suap-suapan) mengundang banyak tawa karena melihat kepolosan mereka.

 

Sore hari merupakan acara Mapparola, acara tersebut adalah pulangnya pasangan baru ke kediaman mempelai pria untuk memperkenalkan mempelai wanita. Dalam setiap pernikahan tradisional yang kami ikuti, selalu ada kesan santun yang muncul dalam setiap tutur kata, begitu juga saat kedua perwakilan keluarga memberikan kata sambutan.

 

Hari ketiga merupakan acara terakhir dari rangkaian pernikahan mereka, yang membuat kami terheran-heran adalah sama sekali tidak ada acara khusus pada hari terakhir. Nadia dan Rabindra beserta kedua orang tua masing-masing sudah siap di pelaminan sebelum tamu datang, mereka menyambut tamu. Pelaminan tanpa staging dan flooring merupakan cerminan mereka ingin "berdiri" sama tinggi dengan para undangan. Pada pukul jam 9 malam acara berubah, Nadia dan Rabindra berganti sepatu dengan sneakers, dilanjutkan dengan acara khusus teman-teman.

 

Bagi kami, mengabadikan pernikahan tradisional adalah lebih dari spesial, karena pada saat itu kami diberikan pemandangan yang tidak biasa, kami serasa diundang untuk mengeksplorasi detail-detail, menyaksikan ragamnya budaya, dan santunnya budaya Timur. Kami berharap Nadia dan Rabindra suka hasil karya kami, semoga foto-foto ini menjadi saksi bahagia pernikahan kalian sampai tua nanti.

 

Terima kasih untuk Raynata yang sudah menjadi rekan sejak kedatangan pertama kami di keluarga Habir, Fendi dan Albert, Andrea dan Putra Djohan yang menemani, Pak Indra Leonardi; kehormatan bisa bertemu dengan bapak dalam sesi foto keluarga mempelai dan bekerja berbarengan di pernikahan mereka; dan Lina sebagai wedding organizer! Salut untuk Nefi yang memberi sentuhan dekorasi yang begitu indah selama tiga hari penuh mulai dari rumah hingga hotel.

 

Salam hangat,

Bernardo Halim

 

Wedding Organizer : Lin's Signature


Busana mempelai pria dan wanita hari ke-2 : Eddy Betty


Busana mempelai pria dan wanita hari ke-3 : Bonny Louise


Make up hari 1&2 : Hetty


Make up hari 3 : Willy Wahyudi


MC Resepsi : Erwin Parengkuan


Resepsi : Dharmawangsa Hotel


Dekorasi : Nefi Decor

view full story

 

Comment 0

April 04, 2012

OUR TENDERHEARTED FRIEND

ANTO+TITA

By Damon Rizki in Traditional Wedding


 

For us, the essential from a real wedding, it is not the party itself, but from the tradition and matrimony are. The processes are sacred and often makes you drop your tears, especially in matrimony. This time, we present you Anto+Tita with bold Javanese tradition which are really interesting with complete details ever. We tried to capture the best images without leaving the essential one, we hope you like it.

 

Regards,

Damon Rizki

view full story

 

Comment 0

April 04, 2012

THE WEDDING at Dharmawangsa Hotel

AISHA+TOMMY

By in Traditional Wedding


 

Here we are, final series of Tommy + Aisha. We hope you have enjoyed it so far, here is previous day.

 

Through this set, we want to prove that we also have showed capabilities in taking traditional wedding pictures, from all of those oriental and traditional, there is one common for us, passion!

 

Once again, thank you Tommy+Aisha for your great trust on us, from our first meeting, we were sure that you would have great wedding pictures. Your response and enthusiasm were major affection to keep taking pictures, we also would like to thank your both families, they were so warm. Mbak Ambar from Mawar Prada wedding organizer, thank you so much !! It was honored to be assisted by such as distinguished wedding organizer.

 

Enjoy the photos !

Regards,

Bernardo Halim

view full story

 

Comment 0
load more post